Image Hosting


seperti biasa, pada malamnya,
ia mengetuk pintu minda,
membawa kabar dari alam malakut jiwa,
memberi denyutan, agar nafas terus bisa dihela..

tersentak bila kabar itu tentang teman,
teman berbicara, berbicara perjuangan,
medan juang yang sengaja dicipta,
agar mata tidak lagi mengejar sirna,
biar buta, tapi aku merasa..

biar aku meraba,
merasa dengan jiwa, meneliti dengan hati,
walaupun arahnya belum pasti,
destinasi itu pasti menanti,
namun aku terus berani..

berani kerana aku pasti,
aku punya tuhan dalam hati,
aku punya teman pada sisi,
aku punya keinginan dalam diri..

ah.. aku pernah disana,
menurut kata hati, aku hampir mati,
terperosok dalam kegelapan jiwa,
tak ingin aku terus mencari,
mencari keindahan pada tahi..

kini aku terus menari,
menari bersama terus tak peduli,
menanti saat untuk kembali,
kembali padaMu YaRobbi..