Browsing Archive: March, 2009

Terang Bulan..

Posted by GMP on Friday, March 27, 2009,

Image Hosting


salahkah menggambar bulan dilangit tuhan,
menyuluh kita alam tika kelam,
aku disemat menjadi tekad,
apa kondisi kamu,mana aku disisi kamu?

syiarku tak lg berterbangan,
dicorong radio? hanya sesaat,
dimata plasma itu aku tak terlihat,
kalau ada, itu bukan aku,
itu hadhari, dia punya rencana,
dia punya had dan hari-harinya saja,
mana iman, mana ihsan hadharinya?
 
aku tercalar diselar sekular,
aku luka dihiris hedonisme,
aku ditinggal tanpa jejak,
hilang dimamah semangat nasionalisme,
hei! kawan, aku tak kenal...
Continue reading ...
 

tarian hati...

Posted by GMP on Friday, March 20, 2009,
Image Hosting


seperti biasa, pada malamnya,
ia mengetuk pintu minda,
membawa kabar dari alam malakut jiwa,
memberi denyutan, agar nafas terus bisa dihela..

tersentak bila kabar itu tentang teman,
teman berbicara, berbicara perjuangan,
medan juang yang sengaja dicipta,
agar mata tidak lagi mengejar sirna,
biar buta, tapi aku merasa..

biar aku meraba,
merasa dengan jiwa, meneliti dengan hati,
walaupun arahnya belum pasti,
destinasi itu pasti menanti,
namun aku terus berani..

berani kerana aku pasti,
aku punya tuhan dalam ...
Continue reading ...
 

tongkat bangsa..

Posted by GMP on Thursday, March 19, 2009,
Image Hosting


lontaran kata dari jiwa,
tersepit, terselit, tak berdaya,
terhumban pada titik masa,
letih rasa tak petah bicara..

bahasa...
kita yang meletakkan harga,
jangan digadai, biar terburai isi jiwa,
jangan digadai, biar kepala diketuk,
pinggang tersusuk, dada dikeruk,
tak punya bahasa kita sama seperti beruk..

dengan apa kita ingin bicara,
mampukah kita seloka, bercanda,
ketawa, dondang sayang,
menglipur lara dengan bahasa mereka,
ah.. celaka rasanya..

bahasa...
lontaran rasa dari jiwa,
lahir dari lidah bangsa,
ikhl...
Continue reading ...
 

hubbul watan minal iman..

Posted by GMP on Tuesday, March 10, 2009,
Image Hosting
dari benua kepada adam..
pecahnya menyusur pada benua..
hingga terbentuk milieu-milieu utuh..
menancap ketuanan, menyemai daulat..

dalam mendaki kematangan usia..
destar sedulang langit kebangsaan..
diinjak-injak, dicabul gelombang kolonialisme...
hingga tinggal bangsa tanpa rupa..

tinggal raja tanpa tahkta..
laksamana tak berpencak..
keris tak berlok, bersarung kotak..
watan pecah lalu diperintah..

mujur semilir racun berlalu cuma..
pergi bersama sinaran sang mentari..
namun dalam diam menabur ranjau..
ran...
Continue reading ...
 

langkah2 kenangan..

Posted by GMP on Monday, March 2, 2009,
Image Hosting
lemah raseny langkah ini,
namun kugagahi jua langkah ini dgn
langkah2 lemah..
tidak terlangkah rasenye langkah ini
untk melangkah..
kutinggalkn langkah2 td dgn langkah baru..

langkah ku tehenti seketika..
mengenangkn langkah2 lalu..
apakah aku harus terus melangkah..
atau terus hidup dlm kenangan langkah2
lalu..

setelah jauh aku melangkah..
kini aku sedar, setiap langkah yg
kuambil akan meninggalkn bekas pd pantai
kenangan itu..

kini aku semakin berani melangkah..
sambil dibuai langkah2...
Continue reading ...
 
 

penguburanprosa...


kuburan bagi prosa yang terzahir ke dunia atas putaran dunia itu sendiri, penyemadian itu perlu disempurnakan agar kelahirannya itu tidak sia-sia dan terawang-awang di alam rahim baginya..mengapa kita perlu mensia-siakan hidup yang sempurna kejadiannya..ayuh semadikan jasad ini sebelum disemadikan..

Make a Free Website with Yola.